Jumat, 25 Mei 2012

Sinopsis Cerpen

Judul Buku                :Antologi Cerpen dan Puisi Daerah
Pengarang                  : Yayasan Obor Indonesia
Judul  Cerpen           : Terjaring Razia
Karya                         : Widodo Basuki
Terbitan                     : 1999
Jumlah Halaman       : 151
Cetakan                      : 1

SINOPSIS CERPEN
            Cerpen Terjaring Razia Karya Widodo Basuki ini menceritakan tentang kekhawatiran orang tua yaitu Mak Yah terhadap anaknya yaitu Wanto yang beberapa hari tidak pulang kerumah, boleh dibilang anak yang di kehawatirkanya merupakan anak yang disayangi menurut adik-adiknya.
            Awal cerita, pada waktu saur Mak Yah ribut-ribut sambil memanggil nama Wanto dan melihat kanan kiri. Mak Yah ribut karena kehilangan sambal yang telah dibuat beserta dengan cobeknya untuk santapan saur, sambil menggrutu dan dengan mangkel Mak Yah mengahngatkan nasai dan sayur. Tidak lama membenahi makanan yang sudah disipakan untuk santapan saur. Tiba-tiba Yuli adik Wanto bangun sambil tersungut-sungut, dan tak lama kemudian di susul juga dengan kedatangan Wanto yang baru sudah meronda membangunkan orang yang akan saur. Wanto menurut Mak Yah, anak yang sungguh ganteng, baik dan berbudi terhadap orang tua. Wanto juga merupakan orang yang suka menolong, rajin beribadah dan suka berbagi makanan sesamanya , sehingga sampai-sampai sambal buatan Mak Yah dihabiskannya bersama teman-temannya. Rumah Mak Yah selalu ramai setiap malamnya, tapi tanpa Wanto rumah itu jadi sepi.
            Entah apa sebabnya, sehari suntuk Wanto tak kelihatan. Mak Yah khawatir dan mengerutu, sebentar-bentar menanyakan Wanto saja. Mak Yah juga beranggapan nanti-nanti Wanto jualan pil gila yang bikin orang lupa segalanya. Rumah Mak Yah terasa sepi jika tanpa Wanto, Wanto merupakan anak yang membuat suasana rumah menjadi ramai beda dengan adik-adiknya yang lain. Mak Yah sangat sayang kepada Wanto, bahkan Wanto mau berbuat apa saja Mak Yah tetap sayang pada Wanto. Kalau Wanto beberapa jam saja tidak dirumah, pasti segera ditanyakannya. Tetapi sudah dua hari ini Wanto tidak pulang, sehingga membuat Mak Yah benar-benar khawatir dan susah. Bahkana Mak Yah sudah mengancam “kalau Wanto pulang, Mak Yah mau mengunya-ngunya Wanto sampai hancur”. Tetapi kemarahan Mak Yah hanya dimulut saja. Tidak samapi kehati, karena semua orang juga tahu kalau sebenarnya Mak Yah sangat sayang kepda Wanto.
            Keesokan harinya tiba-tiba Wanto muncul. Wajahnya pucat dan rambutnya kusut. Melihat kedatangannya secara tiba-tiba Mak Yah marah kepada Wanto dan Wanto Cuma terdiam diri saja. Sejenak kemudian Wanto menceritakan prihal yang terjadi pada dirinya. Bahwa dirinya telah kena jaring razia dan dibawa ke Hop biro deket jembatan merah. Mendengar prihal yang telah diceritakan Wanto, Ternyata Wanto yang bebrapa hari tidak pulang kerumah kena jaring razia di akibatkan Wanto yang suka pergi tanpa KTP. Mak Yah berharap agar kejadian yang dialami Wanto tidak terulang lagi tuk yang kedua kalinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar